Tentang Pusat Kemitraan Masyarakat (PKM) SEHATI REMAJA

Untuk mendukung Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam meningkatkan literasi kesehatan ginjal, perilaku hidrasi sehat, serta pengurangan konsumsi minuman berpemanis pada siswa Usia Sekolah (SD-SMU), PKM SEHATI-REMAJA mengembangkan Website sebagai media edukasi digital yang bisa diakses oleh siapa saja,  dimana saja dan kapan saja.

Website ini bisa juga diakses melalui QR Code yang sengaja di sebar ditempat yang mudah dilihat oleh Siswa sekolah, ditempatkan pada buku saku, poster literasi, pojok UKS, dan media promosi sekolah.

  • Pencegahan Dini Penyakit Ginjal Kronis (PGK): Menanamkan kebiasaan hidup sehat sebelum terjadi kerusakan organ. 

  • Edukasi Gaya Hidup dan Pola Makan: Mengedukasi remaja agar membatasi konsumsi makanan tinggi garam, makanan cepat saji (fast food), serta minuman kemasan yang tinggi gula atau zat pengawet/pewarna yang dapat memperberat kerja ginjal.

  • Membangun Kebiasaan Hidrasi yang Benar: Mengajarkan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup setiap hari, serta menghindari ketergantungan pada minuman berenergi atau bersoda.

  • Meningkatkan Kesadaran Bahwa Remaja Juga Berisiko: Remaja saat ini menghadapi risiko nyata akibat meningkatnya kasus obesitas, diabetes tipe 2, dan hipertensi (tekanan darah tinggi) di usia muda yang memicu gangguan ginjal.

  • Deteksi Dini dan Skrining: Mengajarkan remaja untuk mengenali gejala awal gangguan ginjal serta pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

  •  

1. Tahap Persiapan & Koordinasi

  • Analisis Situasi: Mengidentifikasi masalah mitra, seperti kebiasaan jajan siswa di kantin sekolah yang tinggi natrium/gula.
  • Perizinan Mitra: Melakukan koordinasi dan menyusun kesepakatan bersama kepala sekolah serta guru pembina UKS.
  • Penyusunan Materi: Membuat media edukasi kreatif berupa brosur, leaflet, media presentasi, atau video interaktif.
  • Penyusunan Instrumen: Membuat soal uji awal (pre-test) dan uji akhir (post-test) untuk mengukur tingkat pemahaman siswa.

 

2. Tahap Pelaksanaan Skrining Kesehatan Awal

  • Pemeriksaan Fisik: Mengukur berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) untuk mendeteksi risiko obesitas pada remaja.
  • Pemeriksaan Tekanan Darah: Melakukan skrining hipertensi dini yang menjadi salah satu faktor pemicu kerusakan ginjal.
  • Pengisian Pre-test: Meminta siswa mengisi kuesioner sebelum materi diberikan guna mengetahui batas pemahaman awal mereka.

 

3. Tahap Edukasi & Intervensi (Materi Inti “Sekolah Ginjal”)

  • Pengenalan Fungsi Ginjal: Menjelaskan cara kerja ginjal sebagai penyaring racun di dalam tubuh remaja.
  • Bahaya Makanan & Minuman Kekinian: Mengedukasi dampak buruk konsumsi jangka panjang dari minuman kemasan, boba, makanan cepat saji (fast food), dan kandungan zat pengawet/pewarna buatan.
  • Kampanye Hidrasi Sehat: Mengajarkan pentingnya mencukupi kebutuhan air putih minimal 8 gelas sehari dan menghindari kebiasaan menahan buang air kecil.
  • Pembatasan Obat & Jamu: Memberikan peringatan keras agar remaja tidak mengonsumsi obat anti-nyeri atau suplemen berenergi secara sembarangan tanpa resep dokter.

 

4. Tahap Evaluasi & Keberlanjutan

  • Pengisian Post-test: Menilai efektivitas penyuluhan dengan membandingkan nilai sebelum dan sesudah materi diberikan.
  • Pembentukan Kader Remaja: Membentuk kelompok “Remaja Peduli Ginjal” atau mengintegrasikannya dengan program UKS sekolah agar edukasi sebaya terus berjalan.

SEHATI-REMAJA 
Program Kemitraan Masyarakat (PKM)
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia